KASUS KORUPSI DUGAAN SPPD FIKTIF NATUNA PENYELIDIKAN NYA DIHENTIKAN KEJARI NATUNA

0
23

Tanjungpinang, TVTPI.TV – Kasus dugaan korupsi surat Perintah Perjalanan Dinas ( SPPD) Fiktif tahun anggaran 2017 lalu, Penyelidikan terhadap kasus tersebut dihentikan oleh Kejaksaan negeri ( kejari)  Natuna.

Hal itu dikatakan Kepala kejaksaan Tinggi ( Kejati)  Kepulauan Riau, Edy Birton, Dihentikannya penyelidikan Kasus dugaan korupsi surat Perintah Perjalanan Dinas ( SPPD) Fiktif tahun anggaran 2017 ini karena belum ditemukan dua alat bukti.

“Pihaknya menghentikan kasus tersebut, karena belum ditemukan dua alat bukti,”ujar Edy saat di konfirmasi usai melaksanakan serah terima jabatan ( Sartijab)  Kejari Natuna di aula Kejati Kepri,  Senggarang, (6/11) Rabu pagi.

Seperti diketahui, Penyidik Pidana Khusus kejaksaan Natuna memeriksa Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal dan  Kasubid Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan Dan aset Daerah Pemerintah Kabupaten Natuna, Maryamah di Kantor Kejaksaan Tinggi Kepri.

Pemeriksaan Keduanya terkait Kasus dugaan korupsi surat Perintah Perjalanan Dinas ( SPPD) Fiktif tahun anggaran 2017 lalu di Pemkab Natuna.

Usai menjalani pemeriksaan lebih kurang delapan jam di Kejati kepri pada 10 mei 2019 lalu, keduanya enggan memberikan komentar APAPUN kepada sejumlah awak media. Bahkan saat keluar dari ruang penyidik Pidana Khusus Kejati Kepri, Maryamah yang juga merupakan istri kedua Hamid Rizal terus berjalan dan menunduk sehingga menabrak pintu kaca ruang penyidik untuk menghindar dari awal media.

Hamid rizal saat diwawancarai sejumlah awak media mengatakan, kedatangan ia ke Kejati Kepri hanya untuk Klasifikasi.

“Tidak banyak pertanyaan, tadi banyak ngobrol ( berbicara)  aja,” kata Hamid sambil masuk kedalam mobil.

( Zupri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here