Beranda blog

KASUS KORUPSI DUGAAN SPPD FIKTIF NATUNA PENYELIDIKAN NYA DIHENTIKAN KEJARI NATUNA

0

Tanjungpinang, TVTPI.TV – Kasus dugaan korupsi surat Perintah Perjalanan Dinas ( SPPD) Fiktif tahun anggaran 2017 lalu, Penyelidikan terhadap kasus tersebut dihentikan oleh Kejaksaan negeri ( kejari)  Natuna.

Hal itu dikatakan Kepala kejaksaan Tinggi ( Kejati)  Kepulauan Riau, Edy Birton, Dihentikannya penyelidikan Kasus dugaan korupsi surat Perintah Perjalanan Dinas ( SPPD) Fiktif tahun anggaran 2017 ini karena belum ditemukan dua alat bukti.

“Pihaknya menghentikan kasus tersebut, karena belum ditemukan dua alat bukti,”ujar Edy saat di konfirmasi usai melaksanakan serah terima jabatan ( Sartijab)  Kejari Natuna di aula Kejati Kepri,  Senggarang, (6/11) Rabu pagi.

Seperti diketahui, Penyidik Pidana Khusus kejaksaan Natuna memeriksa Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal dan  Kasubid Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan Dan aset Daerah Pemerintah Kabupaten Natuna, Maryamah di Kantor Kejaksaan Tinggi Kepri.

Pemeriksaan Keduanya terkait Kasus dugaan korupsi surat Perintah Perjalanan Dinas ( SPPD) Fiktif tahun anggaran 2017 lalu di Pemkab Natuna.

Usai menjalani pemeriksaan lebih kurang delapan jam di Kejati kepri pada 10 mei 2019 lalu, keduanya enggan memberikan komentar APAPUN kepada sejumlah awak media. Bahkan saat keluar dari ruang penyidik Pidana Khusus Kejati Kepri, Maryamah yang juga merupakan istri kedua Hamid Rizal terus berjalan dan menunduk sehingga menabrak pintu kaca ruang penyidik untuk menghindar dari awal media.

Hamid rizal saat diwawancarai sejumlah awak media mengatakan, kedatangan ia ke Kejati Kepri hanya untuk Klasifikasi.

“Tidak banyak pertanyaan, tadi banyak ngobrol ( berbicara)  aja,” kata Hamid sambil masuk kedalam mobil.

( Zupri)

DUA MANTAN KADIS DI PROV KEPRI DITETAPKAN TERSANGKA, DUGAAN KASUS KORUPSI IZIN TAMBANG BAUKSIT DIBINTAN

0

Tanjungpinang, TVTPI.TV – Kejaksaan Tinggi ( KEJATI) Kepri menetapkan tersangka AM dan AT sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pemberian izin usaha pertambangan (IUP) bauksit melalui dinas Energi dan Sumber daya Mineral ( ESDM) Provinsi Kepri 2018-2019 di wilayah Kabupaten bintan.

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepri, Teti Syam mengatakan, kerugian negara atas dugaan tindak pidana korupsi pemberian izin usaha pertambangan (IUP) bauksit melalui dinas Energi dan Sumber daya Mineral ( ESDM) Provinsi Kepri 2018-2019 di wilayah Kabupaten bintan. Senilai 30 milyar.

“Kita sudah tetap dua tersangka inisial AM dan AT,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kepri Tety Syam, Rabu (6/11).

Diketahui AM merupakan mantan Kepala Dinas Enrgi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri dan AT mantan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kepri.

Dia tidak merincikan lebih lanjut peran kedua tersangka. “Nanti kita sampaikan pada tahap dua,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya akan terus mengembang kasus tersebut dan berpotensi akan bertambah tersangka baru.

“Insyaallah kita lihat kedepan,” ujarnya.

( zupri).

UNGKAP DUGAAN PENGGELAPAN PAJAK DI BPPRD TANJUNGPINANG, JAKSA PERIKSA BPN TANJUNGPINANG

0

Tanjungpinang, TVTPI. TV – kejaksaan negeri ( KEJARI) Tanjungpinang, memanggil Badan Pertanahan Nasional ( BPN) Tanjungpinang untuk di mintai keterangan, terkait kasus dugaan penggelapan pajak yang dilakukan oleh oknum pegawai pemerintah kota ( pemko) Tanjungpinang.

Pemanggilan dari pihak Badan Pertanahan Nasional ( BPN) Tanjungpinang ini untuk di mintai keterangan terkait dugaan penggelapan pajak di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah ( BPPRD) Tanjungpinang.

Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) Tanjungpinang, merupakan instansi yang terlibat langsung dalam pengurusan pajak di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Tanjungpinang. Terutama dalam urusan pajak Bea Perolahan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Hari ini cuma satu orang yang diperiksa dari pihak BPN. Yang bersangkutan dimintai keterangan lebih kurang 15 pertanyaan yang diajukan,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjungpinang Rizky Rahmatullah saat dikonfirmasi, Selasa (5/11/).

Rizky menambahkan, keterangan pihak BPN ini guna untuk mendapatkan titik terang dalam kasus dugaan penggelapan pajak senilai 1.2 milyar di BPPRD Tanjungpinang.

Dugaan kasus penggelapan pajak di badan pengelolaan pajak dan retribusi daerah (DPPRD), Kejaksaan negeri ( KEJARI), tanjungpinang dalam minggu ini direncanakan akan memeriksa enam orang.

Ke enam orang yang akan menjalani proses pemeriksaan diantaranya, pihak BTN, badan pertanahan Nasional (BPN), BPPRD Dan DPPKAD Kota Tanjungpinang, serta dua orang terduga pelaku berinisial Y dan D yang merupakan pegawai pemerintah kota ( PEMKO) Tanjungpinang.

( Zupri)

BNPP TANJUNGPINANG GELAR PELATIHAN POS KOMANDO DENGAN PEMBEKALAN SAR PLANNING

0

Tanjungpinang, TVTPI.TV – Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Kelas A Tanjungpinang melaksanakan Latihan Pos Komando Pencarian dan Pertolongan Dengan Pembekalan Sar Planning.selasa (05/11).

Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Didi Hamzar mengatakan untuk latihan SAR dilaksanakan di Kantor Sar Tanjungpinang dilakukan dalam bentuk Pos Komando. Kegiatan ini nantinya akan melakukan simulasi sesuai dengan prosedur operasi.

“Mulai dari melakukan perencanaan sampai pada proses pengarahan dan pengendalian,” ujar Didi saat ditemui di Kantor BNPP Kelas I A Tanjungpinang, Selasa(5/11).

Dalam pelatihan ini akan diberikan inovasi seperti pembekalan melalui pelatihan Sar Planning dengan teknik-teknik sar planning yang sesuai kurikulum.

Sehingga nanti perserta ini di akhir kegiatannya akan diuji, dan jika hasilnya lulus, akan bersertifikat. Perserta inilah nantinya akan di ikutkan kedalam latihan pos komando di akhir kegiatan.

“Ini merupakan suatu upaya pimpinan untuk melakukan percepatan peningkatan kapasitas SDM khususnya teknis spesialis di Sar Planning . Mereka ada dua materi kelas teori dan ujian, serta disimulasikan untuk diuji,” paparnya.

Ia memaparkan untuk hari ini sebanyak 15 personil Sar Tanjungpinang dan ditambah satu orang dari SAR Natuna. Bisa dibayangkan bahwa setiap kantor SAR setiap tahun melakukan pelatihan SAR Planning tapi terbatas paling satu tahun, hanya 25 orang sedangkan kantor SAR ada 38 kantor.

“Jika diartikan kalau misalnya ada 15 orang kalau diartikan maka 15 tahun baru selesai. Ini inovasi pimpinan agar anggota bisa profesional dan militan dalam melaksanaan tugas,”jelasnya.

( Zupri)

KORBAN JATUH KELAUT PADA PUKULAN KE EMPAT

0

Bintan, TVTPI. TV – Empat kali pukulan yang diterima Fendi (30) seorang nelayan Gunung Kijang, membuatnya terjebut kelaut. Hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, Senin (30/9/).

Hal ini terbukti, dari hasil rekontruksi yang digelar jajaran Polsek Gunung Kijang, di lokasi kejadian, di Pelantar Kapal Ikan Akok, Selasa (5/11/)

kapolsek Gunung Kijang AKP Monong mengatakan rekontruksi ini guna mencocokan, hasil pemeriksaan yang dilakukan jajaran Unit Reskrim Polsek Gunung Kijang.

“Untuk menguatkan bukti bukti dari hasil pemeriksaan yang sudah kita lakukan,” ujar Monang disela sela rekontruksi.

Sedikitnya kata Monang ada 10 adegan yang diperagakan saat rekontruksi, dalam adegan ke empat terlihat tersangka Rusdianto dan korban Fendi terlibat perkelahian mulut.

“Hingga akhirnya dalam adegan kelima mereka berkelahi, di lokasi yang tidak jauh dari pelantar tersebut. Kemudian dalam adegan keenam korban terjatuh, setelah menerima empat pukulan dari tersangka,” terang Monang.

Setelah melihat korban terjatuh, sambung Monang tersangka langsung mundur dan berdiam diri. “Jadi setelah terjatuh tersangka hanya diam saja, kemudian rekan lainnya datang, baru mereka mencari korban. Yang akhinya ditemukan pada saat siang hari, sekitar 50 meter dari tempat korban terjatuh,” terang Monang.

Sementara itu Kanit Reskrim Gunung Kijang Ipda Hisuwanto Ady membahkan dalam adegan korban terjatuh itu, tidak terlihat tersngka mendorong korban. Namun jatuhnya korban akibat, ia mundur kebelakang.

“Jadi setelah menerima empat kali pukulan korban mundur, tanpa disadari belakangnya laut, dan akhirnya terjebur,” tutur Ady.

Akibatnya tersangka disangkakan dengan Pasal 351 KHUP Ayat 3 dan 2 Tentang penganiayaan berat dan menghilangkan nyawa seseorang. Ancaman kurunga tujuh tahum.

( redaksi )

DIT RESNARKOBA POLDA KEPRI UNGKAP KASUS NARKOTIKA JENIS SABU SEBERAT 347 GRAM.

0

Batam, TVTPI. TV – Tiga orang pelaku pengedar dan pemilik narkotika jenis sabu berhasil diamankan Subdit I Ditresnarkoba Polda Kepri pada Sabtu (2/11), ketiga orang pelaku tersebut, berinisial S, M T H dan D P W, pelaku diamankan setelah mendapatkan Informasi dari masyarakat bahwa Inisial S, memiliki dan mengedarkan Narkotika jenis sabu di wilayah Tanjung Balai Karimun.

Dari informasi yang di peroleh tim penyidik bahwa pelaku s akan melakukan transaksi di salah satu Hotel di Tanjung Balai Karimun di kamar nomor 210. Sabtu (2/11) pukul 16.00 wi, S datang bersama M T H, datang kekamar hotel itu untuk berunding tentang harga dan berat barang Narkotika jenis sabu yang disepakati. Setelah perundingan tersebut, Inisial M T H pergi untuk mengambil barang dimaksud (narkotika jenis sabu) dan Inisial S menunggu di kamar hotel.

Dan pada hari Minggu (3/11) pukul 01.00 wib dini hari Inisial M T H bersama dengan Inisial D P W, datang ke kamar NO. 210 dengan membawa Narkotika jenis sabu yang dimasukkan kedalam kantong plastik berwarna hitam, ditaksir barang haram tersebut seberat 300 (tiga ratus) gram, Selanjutnya Tim Ditresnarkoba Polda Kepri melakukan penangkapan terhadap ketiga orang pelaku tersebut.

Tidak berhenti sampai disitu team melakukan pengembangan dari para pelaku dan berhasil mendapatkan barang bukti sebanyak 5 (lima) bungkus serbuk Kristal seberat 13 gram, yang diduga sabu dikemas didalam kotak rokok yang berada di Tas Ransel warna hitam tergantung dibelakang pintu rumah pelaku. dan 3 (tiga) bungkus serbuk Kristal seberat 15 gram yang diduga sabu dibungkus plastik bening dan dibalut disimpan didalam Sepatu Boad Safety warna coklat. kemudian 2 (dua) bungkus serbuk kristal diduga sabu serta 19 (sembilan belas) butir Tablet diduga ekstasi yang disimpan dalam Tas Slempang. Dari semua barang bukti yang ditemukan tersebut diakui oleh Inisial M T H bahwa miliknya sendiri.

Jumlah keseluruhan barang bukti Narkotika yang diamankan adalah 347 gram Narkotika jenis sabu dan 19 butir pil yang diduga Ekstasi.

Selanjutnya pelaku digelandang ke Ditresnarkoba Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan dan pelaku diancam dengan Pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) undang – undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

( red).

RIANY LENGKAPI BERKAS, DUGAAN PENGADAAN BARANG SENILAI 100 JUTA.

0

Tanjungpinang, TVTPI. TV – Kepala Badan Pengelolaan Pajak Dan Retribusi Daerah ( BPPRD) Tanjungpinang, Riany. telah memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Unit Tiindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) satreskrim polres Tanjungpinang. Selasa (5/11) pagi tadi.

Kasat reskrim polres Tanjungpinang, AKP Efendri alie mengatakan, kedatangan Kepala bpprd Tanjungpinang, dalam rangka pada pemeriksaan pertama kali pada dua minggu lalu, ia belum melengkapi dokumen yang di minta Unit Tipikor satreskrim polres Tanjungpinang.

Tambah ali, pada pemeriksaan kedua ini, ia telah melengkapi dokumen yang kita perlukan dalam rangka penyelidikan perkara yang sedang kita tangani saat ini. Ia tiba di Unit Tipikor pada pukul 09.00 Wib tadi, dan selesai pemeriksaan sekitar pukul 10.30 Wib.

” dokumen masih kita pelajari dan tadi sudah kita terima penyerahan dokumen dari kepala BPPRD Tanjungpinang,” ujar ali saat di wawancara di mapolres Tanjungpinang, selasa (05/11).

Ali menegaskan, perkara yang sedang kita tangani saat ini, sebenarnya terhadap pengadaan terhadap alat, barang-barang dan peralatan rumah tangga yang berada di kantor BPPRD Tanjungpinang. Apakah disana nanti ada kesalahan, kejanggalan, mark up atau segala macam, sesuai yang di laporkan, maka perlu penyelidikan lebih lanjut.

Lanjut ali, dalam pemeriksaan ini baru Ibu Riany yang dilakukan pemeriksaan, namun dalam waktu dekat ini pihaknya akan memeriksa bendaharawan, staf, kemudian rekanan penyedia barang, dan rekanan yang menerima kontrak kerja tersebut.

” Dari nilai barang pengadaan nya senilai seratus juta,yang masih kita diselidiki, apakah ini angka tanpa ada barang atau ada angka dan ada barangnya, dan nanti hasil dari penyelidikan akan kita sampai kepada rekan-rekan, ungkapnya.

Ali menekankan, untuk spj di BPPRD Tanjungpinang, pihaknya tidak ada menangani kasus tersebut, seperti di berita – berita awalnya. Ini hanya pengadaan barang dan peralatan rumah tangga yang ada di bpprd Tanjungpinang.

” pengadaan barang itu seperti laptop, komputer, printer, furniture dan peralatan kantor lainnya dan minus dron, ” tutup ali.

( Zupri)

DUGAAN MARK UP PENGADAAN ALAT DAN BARANG, RIANY LUPA MATERI YANG DITANYAKAN USAI DIPERIKSA.

0

 

Tanjungpinang, TVTPI.TV – Unit Tindak Pidana korupsi ( Tipikor) Satreskrim Polres Tanjungpinang, selasa (05/11 ) melakukan pemeriksaan terhadap kepala badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah ( BPPRD) Tanjungpinang, Riany, terkait kasus dugaan Mark up pengadaan alat dan barang di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Tanjungpinang.

kepala badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah ( BPPRD) Tanjungpinang, Riany, memenuhi panggilan penyidik Unit Tipikor satreskrim polres Tanjungpinang. Ia tiba di satreskrim Polres Tanjungpinang dengan di temani dua stafnya.
Usai menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Tipikor polres Tanjungpinang, saat di wawancara Riany enggan memberikan komentar banyak.
Riany hanya mengatakan, kedatangan nya polres Tanjungpinang, memenuhi panggilan dari penyidik, dan ia telah menyerahkan dokumen yang diminta oleh penyidik.
” kita serahkan semuanya sama pihak kepolisian, karena saya telah menyerahkan dokumen yang diminta oleh penyidik polres Tanjungpinang,” ujarnya usai menjalani pemeriksaan di Unit Tipikor polres Tanjungpinang, selasa ( 5/11).
 Namun saat di tanya ia dipanggil Penyidik terkait dugaan Mark up pengadaan alat dan barang di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Tanjungpinang, Riany hanya terdiam dan langsung menuju ke dalam mobil.
( Zupri)

DERVEN ELSON KORBAN TENGGELAM DITEMUKAN NYANGKUT DI POHON BAKAU.

0

Tanjungpinang, TVTPI. TV – Derven Elson (29 thn), korban tenggelam di perairan Tanjung pinggir, sekupang, Batam, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Tanjung pinggir, sekupang, Batam, sekitar pukul 09.00 wib. ( 05/11) selasa pagi.

Derven Elson (29 thn), warga batam, akhirnya di temukan tim SAR gabungan setelah dilakukan pencarian selama lima hari. Derven di temukan tidak jauh dari lokasi kejadian.

Derven yang sebelumnya bersama empat orang temannya berenang sambil mencari kerang di perairan Tanjung pinggir sekupang, Kota Batam, korban keram dan langsung tenggelam.

Kepala kantor pencarian dan pertolongan sar Tanjungpinang, Mu’min Maulana, Setelah dilakukan pencarian selama lima hari akhirnya korban di temukan dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak 300 meter dari lokasi kejadian dan selanjutnya korban di evakuasi ke rumah sakit bhayangkara polda kepri.

” korban ditemukan setelah tim sar gabungan melakukan pencarian selama lima hari, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar kepala basarnas Tanjungpinang, Mu’min maulana.

Dengan telah ditemukannya korban, tim sar gabungan melaksanakan briefing dan seluruh unsr kembali kepangkalannya masing – masing, dan operasi SAR dinyatakan selesai,” tutup Mu’min Maulana.

Dalam pencarian ini unsur, tim sar gabungan yang terlibat di antaranya, KS, Tanjungpinang, Pos SAR Batam, Polair polda kepri, Masyarakat setempat.

( Redaksi).

PENANTIAN SELAMA 20 TAHUN, AKHIRNYA LAHAN KAMPUS STISIPOL RAJA HAJI TANJUNGPINANG MILIKI SERTIFIKAT LEGAL.

0
Kampus Sekolah tinggi Ilmu sosial dan politik  ( Stisipol ) Raja Haji Tanjungpinang. foto : zupri ( TVTPI.TV )

Tanjungpinang, TVTPI. TV – Kampus Sekolah tinggi Ilmu sosial dan politik  ( Stisipol ) Raja Haji Tanjungpinang, setelah 20 tahun, akhirnya kini telah lahan stisipol telah memiliki sertifikat lahan. Karena sebelumnya selama 20 tahun ini,  kampus stisipol hanya menguasai hak guna bangunan (HGB).

Ketua stisipol Raja Haji Endri Sanopaka mengatakan, setelah 20 puluh tahun lamanya kini sertifikat lahan kampus stisipol telah di terbitkan Kantor Wilayah ( Kanwil ) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepulauan Riau pada 29 oktober 2019 dengan NIB 32.05.04.04.04670.

Dengan telah diterbitkan nya sertifikat lahan oleh Kantor Wilayah ( Kanwil ) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepulauan Riau, diharapakan kampus STISIPOL raja Haji semakin lebih baik dan semakin maju dalam membangun sumber daya manusia ( SDM)  kepulauan riau ( KEPRI), Khususnya Tanjungpinang.

“alhamdulillah sertifikat lahan stisipol ini sudah diterbitkan oleh Kantor Wilayah ( Kanwil ) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepulauan Riau, ini merupakan suatu hal yang luar biasa setelah penantian selama 20 tahun,  mungkin ini juga merupakan pertolongan dari tuhan terhadap bait baik kita semua, ” ujurnya Endri kepada wartawan, senin ( 4/11 ).

Dengan telah diterbitkan sertifikat lahan legal ini, lanjut dia, orang tua mahasiswa tidak perlu khawatir, karena lahan seluas 3,2 hektar tersebut telah dipercayakan kepada yayasan Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, untuk kepentingan pendidikan,  jadi kami harus umumkan kepada publik terutama pada orang tua mahasiswa tidak perlu khawatir lagi karena status lahan sudah dipercayakan kepada yayasan,” ucapnya.

Endri menambahkan, dalam waktu terdekat ini kita ingin menambah program studi Master Administrasi Publik, salah satunya adalah dengan bermodalkan sertifikat lahan ini untuk memberi keyakinan pihak Ditjen Dikti bahwa lahan Stisipol ini sudah merupakan aset lahan dan luasnya melebihi dari yang ditentukan, untuk sekolah tinggi itu minimal 5 ribu meter kita sekarang ada 3,2 hektar.

“Kedepan, menurutnya, pihaknya akan menyusun Detail Engineering Design (DED) dan master plen pengembangan kampus Stisipol. Dia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menambah program studi,” ujarnya.

( Redaksi ).